Thursday, February 15, 2024

Kenangan Indah di SMA, Petugas KPPS TPS 04 Tireman Rembang Berseragam Putih Abu Abu

 
REMBANG — Didalam TPS 04 Desa Tireman banyak anak berseragam sekolah, 
petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memang mengenakan seragam kelihatan kompak, warga desa Tireman sempat terkejut dengan adanya itu, dikira oleh warga, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 desa Tireman meminta bantuan salah satu sekolah setingkat SMA yang berada di Kabupaten Rembang,  ternyata setelah masuk TPS petugasnya memang menggunakan seragam anak SMA (Putih Abu - abu). Rabu, (14/2/2024).

Ketua KPPS 04 Desa Tireman Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang, Samsul Anwar  mengatakan bahwa ia awalnya bingung untuk memakai seragam apa, biasanya menggunakan celana hitam baju batik atau pakaian hitam putih. 

"Kami mencoba menawarkan kepada teman – teman misalkan kita pakai baju anak sekolah putih abu-abu seragam anak SMA biar beda dari yang lain, bagaimana?  Dan ternyata teman-teman sangat antusias dan setuju,” ungkap Samsul Anwar.

Lebih lanjut Samsul Anwar menyampaikan bahwa  mereka lalu mencari pinjaman baju anak sekolah karena baju - baju ternyata, ada yang sudah tidak muat dan banyak yang gak punya seragam.

"Dan saat hari pencoblosan,  teman - teman enjoy saja karena dengan seragam yang mereka gunakan, dan serasa ingat masa-masa SMA yang menurutnya masa paling indah,” ujar Samsul Anwar sambil senyum-senyum ingat masa SMA.

Pada kesempatan itu,  seorang pemilih TPS 04 desa Tireman, Fitri Irawati mengaku kaget ketika melihat di TPS banyak anak sekolah.

"Saya kira TPS 04 dibantu oleh anak - anak pelajar SMA ee ternyata petugasna pakai seragam anak sekolah. Menurut saya, baik sich, itu bentuk inovasi dan kreatifitas dari anggota KPPS," kata Fitri Irawati.

Biasanya kan identik, lanjut
Fitri Irawati, dengan seragam hitam putih dan batik namun ini sesuatu yang luar biasa walaupun itu seragam sekolah yang sudah umum di pakai,  tapi saat dipakai oleh petugas KPPS jadi sangat unik. 

"Saya berharap nantinya setiap ada pesta demokrasi bisa tampil dengan yang beda dari yang lain, ini cukup menghibur warga pemilih di TPS 04 desa Tireman, dan ini mungkin satu-satunya ghal baru di Indonesia,"  ujar Fitri Irawati. (Sigit/Redaksi).
Share:

Wednesday, January 10, 2024

Dalam Pengamanan Hutan, Asper Kalinanas Gunakan Komunikasi Personal dengan Orang Dalam

 
REMBANG — Asper Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Kalinanas Japah  menggunakan komunikasi personal untuk antisipasi para pelaku illegal logging di wilayahnya. Supriyanto pejabat baru yang diberikan tugas untuk mengampu daerah BKPH Kalinanas ketika ditemui media di Pos Sriwing sedang memantau pergerakan orang lalu lalang masuk kawasan hutan. Selasa (9/1/2024).

"Sebelum melaksanakan tugas ia mengumpulkan seluruh mandor mulai mandor tanam,Polter TU dan juga 4  Pejabat KRPH Kedungbacin, Sumberjo, Bedingin dan Gaplokan," kata Supriyanto.

Lannjut Supriyanto, dalam menjalankan tugas paska ditinggal pasukan penegendali Masyarakat (dalmas) Polres Blora ia mengatakan mulai sekarang kita harus mengatur strategi untuk menjaga keamanan dari para pelaku illegal logging di wilayah hutan Kalinanas. 

"Saya punya trik tersendiri, dan jangan sampai saudara terlibat dalam kegiatan ini,” tegas Asper BKPH  Kalinanas. 

"Saya tidak akan main-main untuk bila ada karyawan di BKPH kalinanas yang terlibat akan saya berikan sangsi tegas sesuai  dengan arahan dari Administrator KPH Mantingan. Mulai dari surat peringatan sampai nanti mutasi di luar Divisi Regional Jawa Tengah," imbuh Supriyanto.

Dengan personal communication yang ia terapkan sedikit demi sedikit persoalan pengamanan di wilayah BKPH kalinanas mulai dapat terurai. Beberapa pelaku yang  terindikasi ikut dalam setiap pencurian pohon kita datangi untuk diajak ngobrol. 

"Sebagai pejabat baru saya harus memahami dulu karakter wilayah desa kalinanas dan sekitarnya," ujar Supriyanto.

Beberapa orang yang diindikasikan diajak untuk berbagi dan sharing  dalam pengamanan hutan. Mulai dari tanaman pengamanan tebangan dan juga patroli.

"Obrolan yang kami lakukan saya tekankan bahwa kami sebagai petugas berusaha untuk melayani masyarakat khususnya pesanggem yang ingin menggarap di wilayah Kalinanas. Namun bila dalam penggarapan melakukan mata-mata ataupun memberikan informasi bahkan ikut melakukan tindakan penghilangan pohon kami tidak segan segan untuk mengambil tindakan hukum," ucap Supriyanto.

"Trik trik yang kami lakukan tidak kami beberkan kepada anggota paling yan pejabat yang menurut saya kinerjanya baik yang kami ajak pertimbangan karena  untuk  antisipasi, Agar rencana yang saya susun itu berjalan dengan runtut dan tidak ada kebocoran.  Tetapi kadang hal yang kami lakukan justru membuat orang –orang yang tahu disalah artikan," ungkap Supriyanto.

Selalu Asper baik dengan para terindikasi agar pergerakan yang mereka lakukan itu bisa terpantau. Namun tidak lantas bisa seenaknya, dan kita juga harus jaga jarak, sehingga tetap dalam pantauan.  

"Ini yang kami lakukan untuk memaksa para pelaku itu bisa sadar dan mereka sedikit demi sedikit bisa menjadi pelopor masyarakat  ikut melestarikan kawasan hutan," harap Asper BKPH  Kalinanas. 

Sejak itu pengamanan kawasan hutan di Kalinanas sudah mulai membaik. Dengan komonikasi personal yang kami terapkan mulai tampak. Tidak ada lagi petugas tersandra, dan petak-petak yang rawan dengan pencurian mulai berkurang. Karena dari komonikasi personal saya memberikan pilihan.

“Kalau masih bisa dibina ya saya berikan kesempatan untuk ikut bergabung dan kalau sudah tidak bisa dibina akan saya titipkan dibalik jeruji besi,“ tandas Supriyanto penuh dengan tekanan.

Untuk diketahui, sejak kawasan hutan kalinanas memang perlu penjagaan ekstra ketat mengingat di petak 70 RPH Kedungbacin masih menyisakan kayu-kayu besar dengan diameter lebih dari 50 makanya perlu untuk diamankan untuk mengamankan hasil produksi tahun 2024. KPH Mantingan sendiri untuk tebangan tahun 2024 sekitar 5000 meter kubik dengan nilai rupiahnya sekitar 8 milyard. (Sigit/Redaksi)
Share:

Tuesday, January 9, 2024

Adm Mantingan Tekankan untuk Januari 2024 Tanaman Harus Sudah Tertanam Semua


REMBANG —  Admdinistratur KPH Mantingan Ir. H. Marsaid menekankan kepada semua Asper dan petugas lapangan untuk bulan Februari tanaman harus tertanam semuanya. Hal itu dikatakan saat apel pagi dihadapan seluruh karyawan dalam  pembagian Surat Perintah Kerja (SPK) di halaman tengah kantor KPH. Senin,  (8/1/2024)

Hadir dalam penyampaian  SPK jajajarn Mangemen dan Asper wilayah Mantingan. Dalam pembagian SPK, Marsaid menjelaskan menurut prakiraan cuaca dari BMKG hujan akan berlangsung hanya sampai bulan Maret. Untuk itu semua mandor tanam harus berjuang keras agar tanaman tahun 2024 ini akhir Januari sudah tertanam semua,” ujar H. Marsaid.

Karena apa, kalau sudah memasuki Maret tanaman belum juga selesai maka akan sulit menaman karena hujan sudah jarang. 

"Tapi kalu Januari ini sudah rampung tentunya tanaman jati ini sudah mempunyai akar yang kuat untuk tumbuh,” ungkap H. Marsaid.

H. Marsaid juga menyinggung masalah tebangan agar segera dilaksanakan . untuk awal-awal bulan KIP masih berkisar nomor 1 ataupun 2. Tapi menginjak akhir tahun akan turun mengingat sumber pendapatan makin minus seta kecil dan sambil mengganti  potensi lain. 

"Ini mengakibatkan KIP kita terus tergerus dan terjun bebas. Tetapi kita tetap bersyukur walaupun dibawah kita tidak menjadi juru kunci," ucap H. Marsaid.

Sementara itu, Asper Kalinanas Japah Blora,  Supriyanto menjelaskan bahwa di lapangan telah mengkondisikan bahwa untuk teman-teman dilapangan sudah dikerahkan untuk akhir Januari tanaman di lapangan sudah selesai. 

"Di kalinanas itu terbagi 4 RPH dengan jumlah karyawan sekitar 22 terbagi dari mandor tanam, pemeliharaan, Polter dan mandor pendamping," kata  Supriyanto.

"Yang kami tekankan kami teman-teman dilapangan bila ada tanaman yang mati untuk segera diadakan penyulaman mumpung masih ada hujan. Jadi bila hujan sudah jarang tentunya tanaman yang langsung disulam akan segera berakar dan bisa tumbuh dengan baik," tandas Supriyanto. (Sigit/Redaksi).  
Share:

Wednesday, January 3, 2024

Polres Rembang Lakukan Pemeriksaan Senpi di Perhutani Akhir Tahun 2023


REMBANG - Polres Rembang secara rutin lakukan secara rutin pemeriksaan pengguna senpi akhir tahun 2023  di KPH Mantingan. Kegiatan pemeriksaan senpi dilakukan di ruang rapat kantor Perhutani Mantingan. Rabu 3/12/24.

Administratur  KPH Mantingan melalui waka Administrator Rastim S. Hut mengatakan bahwa dikahir tahun ini Polres Rembang secara rutin melakukan screning pemeriksaan ulang para pengguna senpi baik pistol maupun seand senjata pinggang. Hal ini untuk memeriksa secara rutin apa senjata masih layak pakai dan juga kartu ijin pembawa senpi masih berlaku atau tidak.”tutur dia.

“Lanjut Rastim, kami juga mengajukan pengguna baru yang notabene masuk daerah rawan kedung bacin, ngiri dan juga Medang dan juga Kebon  dimana daerah itu masih banyak rawan pencurian. Karena minimnya petugas lapangan yang sudah banyak memasuki masa pensiun kami memaksimalkan pasukan Polmob dan Polter yang bersenjata untuk daerah rawan.

Dari gelaran pemeriksaan senpi hampir rata –rata senjata masih layak dan sering dibersihkan oleh pengguna sehingga kelihatan bersih dan masih layak untuk digunakan. Disdamping itu juga penggunaan peluru masih rasional dan hanya beberapa butir saja yang digunakan. 

Yah karena kebanyakan petugas kita dilapangan sudah menggunakan komonikasi soisal personal baik untuk sesama lembaga maupun beberapa tokoh masyarakat di sekitar desa kawasan hutan.

Sementara itu unit Intelkam Polres Rembang Aiptu Nawawi SH menyampaikan bahwa kami memeriksa seluruh senpi yang diubakan oleh Polisi Kehutanan itu tiap semester atau enam bulan sekali. Kondisi senpi maupun amunisi masih utuh atau ada yang digunakan. Kalau digunakan nantinya ada berita acara penggunaan saat dilapangan sehingga amunisi yang keluar betul-betul dapat dipertanggungjawabkan dan dapata digunaakan disaat terdesak atau darurat untuk pemnyelamatan diri.”pungkasnya. (Sigit/Redaksi)
Share:

Wednesday, December 20, 2023

TK Peni Desa Kemadu Gelar Out Bond Peserta Didik dan Orang Tua di Wana Wisata Mantingan


REMBANG - Taman Kanak-kanak Peni desa Kemadu Sulang Gelar Out Bond bagi siswa dan juga anak-anak di Wana Wisata Kolam Renang Mantingan. Kegiatan out bond diikiuti oleh 53 anak tka dan 53 orang tua wali murid yang dipandu oleh Joyo Suwito dan Sigit Pamungkas. Sabtu (11/12/23).
Adm Mantingan Lewat kasi Produksi Sunyoto menyampaikan paska jalan masuk diperbaiki dan lantai kolam yang pecah diganti WW Pemansian dibuka kembali. Untyuk TK Peni merupakan lembaga pendidikan pertama yang masuk dan melakukan kegiatan out bond di WW Mantingan.

Dengan diperbaikinya sarana jalan masuk serta beberapa lasntai yang terkelupas telah diganti agar kenyamanan pengunjung semakin baik dan menjelang akhir tahun baru ini bisa menutup target tahun 2023,”papar  dia.

Sementara itu kepala TK Peni Umur Sa’adah memberikan apresiasinya kepada orang tua wali murid uyang telah memberikan dyukungan dan juga ikut mensukseskan dengan mengikuti out bond bagi putra putrinya. Kegiatan seperti ini selalu kami lakukan untuk memberikan  refresing kepada orang tua wali murid dan anak-anak  agar silaturohim dan hubungan baik antara wali murid dan dewan guru terjalin dengan baik.” terangnya.

“Lanjut dia, untuk kami memilih Mantingan yan karena kejernihan air kolam yang langsung dari sumber mta air. Disamping itu arean ww wisata kartini ini teduh dan rindang  karena banyak pohon-pohon besar yang merupakan penyimpan sumber mata air masih. Akan lebih indah lagi misalkan diatas kolam itu ada pelindung  hujan  terop besar agar dedaunan tidak masuk kolam dan kolam akan selalu jernih,ibuhnya dengan penuh harap.

Ita wali murid orang tua yang ikut out bond bshkan merasa senang bisa ikut bermain bersama pemandu wana wisata yang ramah dan penuh dengan humor.  Karena biasanya kami hanya mengantar anak terus pulang. Dan disini kami bisa bermain dan menyenagkan anak secara bersama –sama.  Dan ini sangat kami butuhkan sebegai salah satu wujud kerjasama antara wli murid, pengelola wisata dan juga guru TK Peni, ucapnya  sambil mencari bola warna –warni. (Sigit).
Share:

Wednesday, November 1, 2023

Giliran Desa Pelemsasi Sumber Terima Droping Air Bersih dari Perhutani Mantingan


REMBANG - Musim kemarau yang panjang daerah kekeringan di wilayah Kabupaten Rembang semakin luas. Utamanaya desa yang berada di pinggiran kawasan hutan.  Karena banyak sumber mata air yang kering sehingga masyarakat kesulitan mencari air bersih. Perhutani Mantingan melalui kegiatan peduli kekeringan memberikan bantuan air bersih didesa pinggir kawasan hutan.

Kegiatan pemberian bantuan air bersih ini sudah dimulai dari September 2023 hingga akhir Oktober 2023. Kini giliran desa Pelemsari Kecamatan Sumber menerima bantuan air bersih dari Perhutani Mantingan. 

Pengiriman bantuan air bersih diterima langsung oleh masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Mereka sudah antri dengan jerigen maupun tembat air berupa blung besar yang sudah disiapkan.

Administrator KPH Mantingan Ir H. Marsaid melalui Kasi PPB Soetriswanto mengatakan bantuan air bersih ini sangat perlu bagi masyarakat pinggiran kawasan hutan yang notabene mereka itu menjadi mitra Perhutani dalam mengolah dan menggarap lahan kawasan hutan.

"Dari desa-desa yang telah kami bantu itu rata – rata 2 truk tangki per dukuhan,” jelas Soetriswanto.

"Sampai dengan akhir bulan ini kami sudah mendistribusikan air bersih ke desa-desa kekeringan mencapai sekitar 68 tangki itu belum bantuan dari berbagai pihak yang juga memberikan bantuan air bersih," imbuh Soetriswanto.

Ketua LMDH Desa Pelemsari Sadirin berharap untuk bantuan air bersih ini seminggu 2 kali mengingat di dukuhan pelemsari dengan jumlah KK sekitar 200 sangat membutuhkan bantuan air bersih. 

"Bila tidak ada bantuan kami mendatangkan tangki dan harus membali 1 tangki sekitar 150 ribu kami bagi dengan beberapa warga kami,” kata Sadirin sambil mengantrikan jerigen kosong miliknya. (Sigit/Red) 
Share:

Thursday, October 12, 2023

Panen Perdana Tebu Perhutani Belum Maksimal Dalam Memburu Cuan


REMBANG — Geliat produksi perdana tebu Perhutani Mantingan dalam panen perdana memang belum memenuhi target yang ditentukan. Hal ini mengingat baru pertama kali Perhutani yang selama ini terbiasa dengan menanam kayu jati tapi tahun 2023 ini menanam  tebu sesuai dengan anjuran dari pemerintah untuk stok gula dalam negeri. Senin,  (9/10/2023). 

Sejak Perhutani membuka lahan bisnis baru Agroforestri Tebu Mandiri (ATM) panen perdana belum bisa maksimal. Hal ini memang baru perdana memanen belum bisa menutup biaya pengolahan dan penggarapan lahan.

"Setelah panen kedua dan ketiga baru bisa mengambil keuntungan. Karena untuk biaya pengolahan sangat berkurang dan hanya tinggal biaya pemupukan,” ujar H. Ali pengusaha tebu rakyat.

Administrator KPH Mantingan lewat KSS Agroforestry, Kusnadi mengatakan bahwa panen perdana memang belum bisa menutup biaya pengolahan tanah sesuai dengan perencanaan yang sudah direncanakan.

"Namun kita yakin bahwa untuk panen yang berikutnya bisa menutup biaya yang telah dikeluarkan oleh pekerjaan permulaan penanaman ATM," kata KSS Agroforestry, Kusnadi.

Dari hasil pengalaman, lanjut KSS Agroforestry, Kusnadi, para pertani tebu rata-rata untuk panen tebu perdana belum bisa maksimal. Nanti baru penen berikutnya baru bisa mengambil keuntungan. 

"Karena variabel biaya yang timbul pada penggarapan lahan sudah mulai berkurang. Sudah tidak perlu lagi biaya pembersihan lahan dan pengolahan tanah. Tinggal membakar serasah yang ada saja,” ujar Wito, salah satu penggarap lahan tebu ATM.

Kusnadi juga menyampaikan bahwa untuk rencana ATM KPH Mantingan 1.348.043.242  realisasi bersihnya 635.747.400 dengan prosentasenya mencapai 42,2%. Dengan rencana keluasan 37,21 hektar. Sedangkan untuk realisasinya kotor mencapai 894.755.600. atau dengan prosentase 66,4%.

Kegiatan ATM untuk tenaga muat angkot dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang kerjasama dengan para kepala desa yang di wilayah lokasi ATM.l 

"Jadi masalah tenaga angkutan kita serahkan kepada LMDH selaku pemangku wilayah hutan sekitar ATM," tandas Kusnadi.

Pada kesempatan itu, Ketua paguyuban LMDH,   yang juga merupakan pengusaha tebu, Parlan  mengapresiasi kepada Perhutani Mantingan yang membuka lahan tebu masih melibatkan LMDH. 

"Kami berharap nantinya untuk tebu perhutani bisa menjadi penghasilan ataupun bisnis baru yang bisa menjadi primadona seperti bisnis Kayu jati,”  ucap Parlan.

Yang lebih penting, lanjut Parlan, pemupukan tidak telat dan keterlibatan masyarakat sekitar akan sangat membantu masyarakat kawasan hutan dalam kerjasama dengan Perhutani. 

"Kami hanya memberikan rambu-rambu untuk kerjasama dengan LMDH selaku mitranya bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat kawasan tepi hutan," imbuh Parlan.(Sigit/Humas/Redaksi)
Share:

Terbaru

Banjir Masuk Rumah, Seorang Ibu di Cepu MD Tersengat Listrik Kulkas

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( BIDIKLENSA.MY.ID ) —  Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah...

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Labels

Education

SELANJUTNYA »