Friday, October 11, 2019

WARGA ROWOBUNGKUL NGAWEN ANDALKAN PAMSIMAS

Antrean Air Bersih Pamsimas Ngawen

Blora,- Krisis air bersih terus dirasakan warga di Kabupaten Blora, Jawa tengah. Di Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen, warga saat ini hanya bisa mengandalkan sumber air dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) desa. Untuk mendapatkan air itupun warga harus rela antri sampai berjam-jam. 

Kahar salah satu warga mengaku, krisis air bersih sudah dialami warga desa sejak 6 bulan terakhir. Setiap harinya, untuk mendapatkan air bersih warga mengambilnya dari air sungai yang dialirkan ke selang PAMSIMAS desa. 

"Ini sudah mau masuk 7 bulan mas, ya seperti ini setiap hari. Kalau pagi malah antrinya bisa 1 sampai 2 jam baru bisa bawa pulang air", ucap Kahar, Rabu (9/10). 

Nampak puluhan jerigen berjajar antri di lokasi PAMSIMAS yang berada di gerbang utama masuk desa. Warga pun dengan sabar menunggu giliran untuk mengisi jerigen mereka. 

"Biasanya setiap warga ada yang bawa 3 sampai 4 jerigen. Ya antri gini. Mau gimana lagi, yang penting kan dapat air. 

Supaji warga lain mengaku sudah sejak pukul 6 pagi mengantri. Setiap harinya ia mengambil air sebanyak 3 kali. 

"Masih antri mas. Biasanya saya ambil 3 sampai 4 kali. Itupun kalau antrian yang terlalu panjang. Kalau panjang ya 2 kali saja", terangnya. 

Meski sudah harus antri lama, namun untuk mendapatkan air itu warga harus mengeluarkan uang. Untuk setiap 3 jerigen warga harus membayar Rp 1.000. 

"Uang hasil penjualan ini digunakan untuk pemeliharaan PAMSIMAS. Kan tetap butuh untuk bayar listrik juga", ucap Rosidin pengelola PAMSIMAS. (HR/RED)
Share:

Thursday, October 10, 2019

POLRES BLORA PEDULI KORBAN TRAGEDI MALUKU DAN WAMENA

Anggota Polres Blora Peduli Papua Dan Maluku

Blora,- Banyak cara dilakukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudara sebangsa dan se-tanah air yang sedang dilanda musibah.

Dalam rangka merespons bencana gempa bumi di Ambon Maluku dan tragedi kemanusiaan Wamena, Papua, Kepolisian Resor Blora (Polres Blora) Polda Jateng, Kamis,(10/10/2019) Menggelar Penggalangan Dana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman depan Polres Blora Seusai apel pagi, yang di ikuti oleh seluruh anggota Polres Dan Polsek Jajaran. Kapolres Blora AKBP Antonius Anang,SIK,MH mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu wujud kepedulian Polres Blora kepada Korban tragedi Wamena dan Bencana Gempa di Maluku.

"Sengaja menggelar penggalangan dana hari ini, untuk membantu meringankan beban Saudara saudara kita Korban Tragedi Wamena dan Gempa di Maluku." Ucap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres membeberkan bahwa Dana yang terkumpul ini nantinya akan di komulir menjadi satu dan akan di kirim ke Papua dan Maluku oleh Polda Jateng.

"Semoga bermanfaat bagi Saudara kita yang menjadi Korban Tragedi Wamena dan Korban Gempa di Maluku." Tandas Kapolres.

Adapun penggalangan dana hari ini telah terkumpul sebesar Rp 22.557.500 ( Duapuluh dua juta lima ratus lima puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) dan Dana tersebut di dapatkan dari iuran sukarela anggota Polres Blora. (HR/RED)
Share:

IMM BERSAMA POLRES BLORA BANTU WARGA SULIT AIR BERSIH

Kapolres Blora Kucurkan Air Bersih

Blora,- Kegiatan Sosial Terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora, (Polres Blora) Polda Jateng, Untuk mendekatkan diri dengan masyararakat. Setelah beberapa waktu lalu Bhakti Sosial Air Bersih di Kecamatan Banjarejo dan Ngawen Bersama PMII, hari ini, Kamis, (10/10/2019) Polres Blora menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Blora untuk melaksanakan Bhakti Sosial Air bersih di Kelurahan Sonorejo Dukuh Kajangan Blora dan Desa Tutup Kecamatan Tunjungan.

Adapun Bhakti Sosial Air bersih kali ini, Polres Blora bersama IMM menggelontorkan lima tangki air bersih.

"Kami Bersama IMM Cabang Blora, ingin membantu meringankan warga yang kesulitan air bersih, hari ini kami gelontorkan lima tangki air bersih untuk warga Kelurahan Sonorejo dukuh Kajangan dan Desa Tutup Kecamatan Tunjungan." Ucap Kapolres.

Ketua IMM Blora Siti Nuratika Ambar sari mengungkapkan bahwa Kegiatan Sosial bersama Polres Blora ini akan terus berkelanjutan.

"Kami Mahasiswa yang tergabung dalam IMM, ingin membaktikan diri kepada masyarakat, baik tenaga maupun pikiran, dan alhamdulilah hari ini bersama Polres Blora, 23 Mahasiswa ikut dalam Bhakti Sosial Air Bersih." Kata Ketua IMM Cabang Blora.

Kepada Awak media, Kasat Binmas Polres Blora membeberkan bahwa sampai saat ini, Polres Blora beserta jajarannya telah menggelontorkan sebanyak 120 tangki air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

"Sampai saat ini sudah 120 tangki air bersih kami Salurkan, Selain Polres Blora sendiri, Polsek di tiap kecamatanpun melaksanakan kegiatan serupa." Ucap Kasat Binmas.

Sementara itu, Nanda, Salah satu warga Sonorejo penerima bantuan air mengungkapkan bahwa, warga Sonorejo Kajangan sangat terbantu dengan bantuan air bersih ini.

"Sangat terbantu dengan bantuan ini, dikarenakan Warga memang sulit mendapatkan air bersih, bahkan warga harus berjalan kaki hingga 1 KM untuk mendapat sumber air di tengah sawah." Urai Nanda. (HR/RED)
Share:

Tuesday, October 8, 2019

SELINGKUH BERUJUNG MAUT, PELAKU DI BEKUK POLISI

Kapolres Blora Jumpa Pers
Blora,- Seorang warga Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, bernama Ratmiati (41th) pada Rabu (25/09/2019) lalu, ditemukan meninggal dunia oleh Sukardi (suami korban), yang tergeletak di kamar mandi rumahnya.

Sehari setelah kejadian tersebut atau pada Kamis (26/09/2019) pukul 20.00 WIB, Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan menetapkan tersangka seorang lelaki berinisial DY (50th), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban tersebut.

Tersangka DY ditangkap di rumahnya sendiri di Dukuh Guyung, Desa Klagen Kecamatan Kedungtuban Blora, Jumat (27/9/2019) lalu. Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka sempat melawan petugas, namun dengan sigap petugas langsung bisa melumpuhkan dan menangkap pelaku.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, bersama Kasatreskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo, dalam keterangan persnya kepada wartawan mengatakan, diantara tersangka dan korban terjalin hubungan terlarang meski keduanya sudah mempunyai keluarga masing-masing.

“Hubungan pelaku dengan korban secara sosial masyarakat adalah tetangga, namun berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui ada hubungan asmara,” ujar Kapolres, Selasa (08/09/2019).

Awal sebelum terjadinya pembunuhan tersebut pelaku menghubungi korban untuk datang ke rumahnya karena suami korban pergi ke warung kopi. Setelah bertemu pelaku dan korban sempat melakukan hubungan terlarang suami-istri di belakang rumah korban.

Usai berhubungan sempat terjadi cek cok di kamar mandi. Kemudian karena merasa sakit hati dan emosi tersangka memukul kepala korban sebanyak 8 kali menggunakan bata ringan (pafing).

“Motif tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia karena merasa sakit hati atau tersinggung oleh kata-kata korban yang menyebutkan bahwa pelaku kurang jantan usai berhubungan intim,” tambahnya.

Menurut pengakuan tersangka (DY) hubungan asmara terlarang sudah terjalin selama kurang lebih 3 tahun dengan korban, tanpa diketahui oleh keluarga masing-masing.

“Saya dengan korban sudah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih 3 tahun,” ungkapnya.

Ditambahkan tersangka, dirinya tega membunuh Ratmiyati (korban) lantaran akhih-akhir ini sering tersinggung dengan perkataan korban.

Meskipun tersangka ingin mengakhiri hubungan gelapnya dengan korban, karena takut ketahuan keluarga masing-masing.
Namun menurut keterangan tersangka, korban tidak mau dan bahkan akan membongkar hubungan asmara gelapnya dengan tersangka.

“Saya sering dikata-katain pak, meski saya sudah bilang untuk berhenti berhubungan karena sama-sama punya keluarga. Namun dirinya (korban) menolak.

Puncaknya pada Rabu 25 September lalu usai berhubungan intim. Korban mencaci maki dan mengatakan bahwa saya kurang jantan. Dari itu saya khilaf dan memukul kepala korban sampai tidak berdaya,” jelas tersangka.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa baju korban yang bercak darah, kaos, alas tikar tempat berhubungan intim, celana dan batu bata. (HR/RED)
Share:

Friday, October 4, 2019

AGRICULTURE FESTIVAL 2019 BLORA SEBAGAI LUMBUNG PANGAN JAWA TENGAH

Bupati Blora H. Djoko Nugroho

Blora,- Selama tiga hari kedepan, Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pertanian akan menggelar Blora Agriculture Festival 2019,  Dengan tema Inovasi Teknologi Pertanian Wujudkan Blora Sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah, Festival Pertanian tersebut akan di helat mulai Jumat, (04/10/2019) hingga Minggu,(06/10/2019).

Blora Agriculture Festival 2019 secara simbolis di buka oleh Bupati Blora di Halaman Gedung Konco Tani Jalan Raya Blora Cepu, yang dihadiri oleh Seluruh Jajaran Forkompinda mulai dari Dandim 0721/Blora Letkol Inf.Ali Mahmudi, Danyon 410/Alugoro Letkol Inf Lokajaya Sembada, dan Wakapolres Blora Kompol Drs.M.Samdani Dan Forkompinda lainya, serta Kepala OPD dan Camat Se Kabupaten Blora.

Festival Pertanian yang akan di helat selama tiga hari tersebut di ikuti oleh 37 peserta, yang terdiri dari 16 peserta dari BPP Kecamatan, 18 Stan Sponsor dan Undangan, Serta 3 Stan Kuliner Khas Blora.

Bupati Blora H.Djoko Nugroho dalam sambutan nya mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakannya Pameran ini adalah untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para petani agar lebih giat lagi untuk memajukan pertanian di Blora. Dalam kegiatan tersebut Bupati Juga menyerahkan bantuan berupa bibit, obat obatan pertanian, serta peralatan pertanian seperti mesin traktor dan penggiling padi kepada perwakilan Gapoktan.

Seusai Pembukaan, Bupati bersama Forkompinda meninjau Lomba Mewarnai anak anak yang juga di gelar di Aula Gedung Konco Tani, tidak berhenti di situ saja, Rombongan Forkompindapun turun langsung meninjau Stan Stan Pameran yang sudah siap, Satu demi satu dikunjungi oleh Bupati bersama Forkompinda.

Wargapun tumpah ruah, mengiringi kunjungan Bupati di Stan Stan Pameran. Wakapolres Blora Kompol Drs.M.Samdani, saat mendampingi Bupati di Stan BPP kecamatan Jepon mengungkapkan bahwa, Polres Blora siap mendukung semua program program Pemkab Blora, demi kesejahteraan warga Blora. "Kegiatan ini sangat positif, seperti yang kita ketahui, sebagian besar masyarakat Blora adalah petani, dan kegiatan ini adalah salah satu sarana untuk memamerkan serta memasarkan produk produk Petani Blora, Sebenarnya banyak potensi, terutama buah buahan yang tidak kalah bersaing dengan Produk pertanian Kabupaten lain." Ucap Wakapolres.

Wakapolres mencontohkan, salah satu produk buah sawo dari Bangoan Kecamatan Jiken, rasanya manis dan empuk, jika produksi lancar dan pemasaran bagus, akan bisa membantu perekonomian warga sekitar. "Harus di kembangkan, produk produk pertanian di Blora, salah satunya adalah buah buahan seperti sawo, mangga dan jambu dari Bangoan tadi." Pungkas Wakapolres. (HR/RED)
Share:

SEMEN GRESIK BANGUN 12 RUMAHWARGA REMBANG DAN BLORA


Kepala Departemen Komunikasi Dan Hukum
Bersama Bupati Rembang
Rembang/Blora,- 03 Oktober 2019 -PT Semen Gresik menyerahkan  bantuan 12 rumah layak huni kepada 12 warga enam desa sekitar perusahaan baik wilayah Kabupaten Rembang maupun Blora, Kamis (3/10) di Desa Kadiwono, Bulu, Rembang. Penyerahan bantuan progam CSR yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, khususnya terkait percepatan pengentasan kemiskinan di daerah ini dihadiri Bupati Rembang, H Abdul Hafidz dan jajaran, forkopimcam dan para penerima dari dua kabupaten bertetangga tersebut.

Anggaran yang digelontorkan Semen Gresik untuk progampembangunanrumah tidak layak huni (RTLH)untuk 12 warga dua kabupaten tersebut sebesar Rp540 juta. Dalam kesempatan tersebut jugadilakukan penyerahan secara simbolis bantuan 5.255 sak semen senilai Rp262,7 juta. Bantuan semen ini diserahkan kepada pengurus tempat peribadatan,pendidikan dan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Rembang, Blora dan sekitarnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum PT Semen Gresik, Gatot Mardiana mengatakan konsep pembangunan RTLH yang dilakukan jajarannya tidak hanya mengacu rumah sehat dan layak huni saja. Namun juga berbasis kearifan lokal berdasar kebiasaan hidup turun temurun penerima bantuan. Rumah tersebut juga memenuhi kriteria ALADIN (atap, lantai dan dinding yang permanen) plus fasilitas BAB yang layak.

“Progam RTLH dan bantuan semen ini salah satu wujud komitmen Semen Gresik yang ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif bagi daerah,” kata Gatot Mardiana, Kamis (3/10/2019).

Sejak tahun 2016, Semen Gresik sudah menjalankan progam pembangunan RTLH baik di kawasan Kabupaten Rembang maupun Blora. Hingga akhir September 2019, sudah ada 61 RTLH yang dibangun. Total anggaran untuk pembangunan puluhan RTLH tersebut mencapai Rp2,81 miliar.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengapresiasi Semen Gresik dan pihak-pihak lainnya yang telah bersinergi dengan pemkab memajukan ekonomi, sosial dan aspek lainnya. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Rembang melebihi provinsi dan bahkan nasional. Kehadiran Semen Gresik juga berkontribusi mengurangi pengangguran di Kabupaten Rembang.

"Ini bukti jika Semen Gresik tidak semata-mata mencari keuntungan namun juga bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat dan daerah," jelas Abdul Hafidz. (HR/RED)
Share:

HUMAS POLRES BLORA AJAK PELAJAR SMA/SMK TIDAK TERPROVOKASI DEMO ANARKIS

Anggota Polres Blora Memberi Penjelasan
Blora,- Berbagai upaya terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Blora, Polda Jateng, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Blora. Menyikapi kejadian demo Anarkis yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, dimana ada oknum pelajar tingkat SMA/SMK yang ikut ikutan demo yang menjurus anarkis tersebut, Humas Polres Blora Blusukan ke Sekolah, untuk berikan pembinaan dan penyuluhan.

Kamis, (03/10/2019) Humas Polres Blora yang dipimpin oleh Kasubbag Humas Iptu Eko Septi Supriono,SE menyambangi SMK Bhakti Mulia dan SMK Kristen Blora. Dalam kunjungan tersebut Humas Polres Blora, memberikan wawasan dan pandangan, agar Pelajar SMA/SMK tidak terprovokasi untuk ikut ikutan demo, apalagi sampai menjurus perbuatan anarkis. "Jangan terprovokasi untuk ikut ikutan demo, apalagi menjurus anarkis, fokus saja pada kegiatan Belajar mengajar di Sekolah." Ucap Kasubbag Humas.

Kasubbag Humas membeberkan bahwa anak anak Pelajar SMA/SMK masih labil, sehingga sangat membutuhkan pembinaan dan bimbingan dari Semua Elemen masyarakat, baik itu dari Kepolisian, Dari Ulama, Guru dan yang utama adalah orang tua. "Mari kita bina adek adek SMA/SMK agar menjadi genarasi muda penerus bangsa yang cerdas dan bijaksana, jangan sampai mereka ini terprovokasi untuk melakukan tindak anarki." Tandas Eko Septi.

Perwira Polisi yang Hobi Badminton ini menekankan bahwa pelajar haruslah konsentrasi untuk belajar, serta mengikuti aturan dan tata tertib disekolah. "Pelajar harus menaati aturan di sekolah, belajar yang rajin, kembangkan bakat yang dimiliki, tunjukkkan prestasi, serta patuhi aturan lalu lintas dan aturan hukum sosial yang berlaku." Pungkas Eko.

Sementara itu, Teguh,S.Pd salah satu guru di SMK Bhakti Mulia Blora mengapresiasi positif dengan kegiatan yang dilakukan Humas Polres Blora, "Tentunya kami senang dan mendukung dengan kegiatan ini, sebenarnya dari Intern Sekolahpun sudah melarang anak anak untuk ikutan demo, namun dengan kedatangan Kepolisian, tentunya akan menimbulkan efek yang berbeda bagi anak anak." Ucap Teguh.

Setelah pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan, dilanjutkan dengan Ikrar atau Janji Bersama para pelajar untuk tidak terprovokasi untuk ikut ikutan demo apalagi sampai menjurus anarkis. (HR/RED)
Share:

Terbaru

Banjir Masuk Rumah, Seorang Ibu di Cepu MD Tersengat Listrik Kulkas

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( BIDIKLENSA.MY.ID ) —  Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora Jawa Tengah...

Total Pageviews

Contact Form

Name

Email *

Message *

Labels

Education

SELANJUTNYA »